#11 Oh my God, my sister is going to die!

Hey you guys!

Today I want to continue my 30 days writing challenge which is about my sibling. I have one big brother who is only 1 year older. My mom was surprised when she was pregnant with me. “I just gave birth and I was already pregnant. I was embarrassed” Mom. That is such a weird thing to get embarrassed about. My brother and I were not breastfeed by my mom because there was basically no milk coming out. She also did not have any signs/symptoms like nausea for example. Well, apart from her period was late. Hence, she didnt know that she was pregnant. Actually my mom initially wanted to have an abortion (yep, I was supposedly die) because she was afraid that she hurts me as she took a medicine to get her period while she was pregnant. But then she decided to keep me and gave birth to me. Phew, dodge a bullet (or did I really?).

Anyway, it was only my brother and I basically. I mentioned in my previous post that my parents were working. So yea. Since there are only the two of us (yes, until now. I refused to have younger siblings ever since I was a kid. Dont wanna someone to steal my parents’ attention from me hahahaha), I am really close with my brother. Of course we fought (a lot) but hey, siblings are nothing without a fight (uh what?). I remember that mostly we fought because of, well, food. Until now. HAHAHA OH GOOD LORD. You see, I am the type who likes to keep her favorite food and eat it later. While my brother is the type who eats his favorite first. So I liked to store my favorite food in the fridge and eat it little by little, one example: chocolate milk. I still remember the time when I bailed my eyes out because my brother drank my milk and I was really looking forward to it. My brother, with his innocent puppy eyes and chubby cheek, responded with “but I was hungry.” Awesome, big bro. Yes, yes. Very trivial fight. Oh kids.

When I was in first grade of elementary school, I think I was 6, I had this surgery to remove my tonsils because it got inflamed and swollen. The surgery itself was not that painful, I meant I was not even awake hahaha. I was basically unconscious and when I woke up there are some of my family members inside the room. I remember I saw my aunt beside the bed. When I woke up, I coughed and when I spit I saw blood on the facial tissue. I, a stupid 6 years old who watched too many TV shows, freaked out. Ya know, in the soap opera they usually have this scene when you coughing blood and it is a sign that you have a chronic illness and are going to die? Yea, sometimes I watched that shows on TV with my housekeeper. So yea my mind was going crazy: I am going to die. This is it. This is the sign. Yep. I was so shocked, I cried and kept saying that something is wrong and if I am going to die. It was brutally messy. Yep.

Oh it got even worse. My brother came in, holding a barbie doll as a gift for me, saw me freaking out with blood everywhere. So what happened? Now you have 2 kids freaking out and screaming frantically.

“MY SISTER IS GOING TO DIE! NOOOOO”

After hearing that, I, of course, got even moreeeee freak out. HAHAHAHA GOOD OL’ TIMES. I cant imagine the horror that the adults had that time hahahha. What a dramatic kids we were.

To be honest I could not really remember what happened next. But one thing I remember very well was that I could not eat not even swallowed my own saliva because my throat was hurting like hell. I was promised with lots and lots of ice cream for nothing. Yea, they bribed me with ice cream so I wanted to do the surgery. So innocent, Kem. Oh and the smells of sunny side up was just, uh, hell. It smelled so delicious. So close but so hard to reach. For the next one week, I just kept staring at my brother eating his sunny side up in jealousy. Hahahaha oh good old times.

Cheers,

Kemmy

Persiapan dan Mengerjakan IELTS dan TOEFL Part 2: Persiapan IELTS dan TOEFL

Hey you guys!

Setelah baca curhatan panjang gue tentang perjalanan gue bisa berbahasa inggris dan gimana caranya gue melancarkan bahasa gue (wkwkwkkw maap panjang banget iya gua tau), kali ini gue akan bahas khusus untuk tips persiapan ujian bahasa inggris. Balik ke post sebelumnya ya kalo kalian mau liat caranya biar gue bisa lancar bahasa inggris (link udah ada di atas). Seperti biasa ya disclaimer dulu

Disclaimer: setiap orang punya cara belajar atau mengerjakan soal beda-beda dan gabisa disama ratain. Kalian harus tau cara belajar kalian yang optimal menurut kalian.

Untuk post kali ini, gue akan sangat amat menyarankan bagi kalian yang basic bahasa inggrisnya belom kuat JANGAN ambil ujian TOEFL atau IELTS. Kenapa kok gitu sih Kem? Soalnya ujian ini mahal. Pas gue test IELTS kemarin itu kalo di IDR in hampir 3 juta, udah mahal berlaku cuma 2 tahun. Yaaah. Duit lagi. Terus buat kalian yang juga ga butuh butuh amat ambil ujian ini, misal emang gak ada plan kuliah di luar dalam waktu dekat atau ga diminta nunjukkin ini sama perusahaan, JANGAN AMBIL. Kenapa? Ya kayak yang tadi gue bilang, udah mahal cuma berlaku bentar. Buang buang duit saja sodara sodara, kalo tetep pengen yaudah ambil prediction aja. Tapi ya kalo kalian tetep pengen, silahkan aja. Ini cuma dari point of view gue aja karena sayang duitnya wkkwkw.

Banyak yang nanya ke gue: Kem, perlu ga sih gue les khusus persiapan ujian ini?

Gue selalu bilang: gak. Lah tapi kan lo dulu les Kem? Iya dulu gue persiapan IELTS pertama emang les tapi apakah harus kalian ambil kursus? Enggak kok, belajar sendiri pun bisa. Gue ga pernah kursus persiapan TOEFL (inget ya TOEFL sama IELTS model ujiannya beda) dan pas IELTS terakhir gue kemarin, gue juga ga les lagi. Malah persiapan minim amat wkwkw udah ambil dadakan seminggu sebelum ujian terus gue juga kerja lagi hectic. Yah. Impulsif emang. Tapi kalau kalian emang pengen ya gapapa sih kan balik lagi ke kalian, kalau kemarin gue les di IALF Kuningan.

Baiklah kembali ke topik, jadi buat persiapan ujian bahasa inggris, apa aja yang harus kalian lakukan (based on my experience)?

Latihan, latihan dan latihan

Yep. Latihan soal yang rajin. Menurut gue itu adalah kunci untuk membiasakan diri sama model soal ujian baik IELTS atau TOEFL. Gue pribadi selalu pake Cambridge Practice Test for IELTS, ada banyak serinya gue ga tau sekarang udah sampe seri berapa. Itu gue provide link ke Amazon ya buat kasih liat bukunya yang mana. Kalo tadi gue googling sih ada seri 15 mungkin itu yang paling baru. Di buku itu ada model soal listening, reading, speaking sama writing dan ada kunci jawabannya juga buat kalian cek. Emang agak susah cek writing kalian apakah secara grammar bener terus speaking kalian apakah sudah okay. Tapi, latihan writing bisa buat kalian terbiasa dengan bermacam-macam model soal (misal: do you agree or disagree, is the benefit overweigh the disadvantages dll. Ini akan gue bahas di part 3) dan juga tau waktu yang kalian butuhin itu berapa lama (inget ya kalian cuma punya 1 jam untuk 2 soal). Terus kalau speaking juga ya membiasakan dengan model pertanyaannya juga. Untuk TOEFL gue lupa buku apa yang gue pake tapi intinya ya sama, banyakin latihan soal untuk membiasakan diri dengan model soal ujian sama ya terbiasa ngerjain soal ujian di waktu.

Latihan speaking pun bisa kalian lakuin sama temen kalian misalnya yang sama sama pengen ujian. Jadinya sama sama koreksi diri untuk ujian nantinya. Begituuu. Basically dengan latian kalian tau kelemahan kalian dimana dan kalian bisa tackle itu dengan cara fokus cara mengubahnya gimana. Misalnya dengan balik lagi ke belajar teorinya (tips nomer 2). Latihannya harus kayak gimana tuh? Setiap hari? Setiap minggu? Terus setiap latian, section mana yang gue kerjain? Ini balik lagi ya ke kalian, tapi gue tipe yang percaya kalo emang kepengen sesuatu ya harus usaha dan kasih waktu untuk itu. Gue selalu latihan setiap hari, baik yang IELTS pertama atau IELTS kedua ataupun pas TOEFL. Yah gue kan kerja/kuliah, ga ada waktu. Yeeh gue juga kerja kali waktu IELTS dan TOEFL dadakan itu. Kalo sibuk atau capek banget ya masa ga ada waktu buat sejam atau 2 jam buat latihan. Kalau untuk section mana yang kalian kerjain, menurut gue itu balik ke kalian sendiri. Kalau gue setiap hari latihan listening, writing, sama reading. Kalo gue capek, gue akan latihan writing task 1 aja karena emang cuma butuh waktu maks 20 menit. Tapi pasti setiap hari gue akan latihan. Karena gue merasa speaking gue udah oke (anjir sombong, eh sumpah ga maksud sombong ya) jadi gue emang agak jarang latihan.

Belajar grammar dan vocab lagi, basically belajar teorinya lagi

Iya. Belajar grammar dan perbanyak vocab lagi. Walau basic udah okay kalian tetap harus hati-hati. Ya kan cuma dipake di writing kan Kem? Ya bagusin aja yang lain. Oh tidak semudah itu Ferguso. Contohnya di listening, di IELTS model soalnya itu gak PG kayak di TOEFL tapi isian singkat. Nah loh. Terus kalo salah spelling gimana Kem? Dapet nilai setengah gitu ga? Ya engga, langsung salah. Buat beberapa orang, banyak kata yang juga kedengerannya sama misalnya confident dan confidence, thirteen dan thirty. Kalau ga biasa, kayaknya sama aja. Padahal beda arti, terus yang satu adjective yang satu noun. Terus dipake lagi dimana? Di reading sama speaking juga dong sayang. Lah kok semua? Ya iya dong pasti kepake di semuanya. Speaking kan yang penting meaning-nya sampe Kem? Iya kalau sehari-hari, ya kalau ujian grammar dan vocab kamu dinilai juga. Perbanyak vocab juga berguna buat menghindari pengulangan kata dan berguna untuk paraphrase kalimat. Ini akan gue bahas lebih lanjut ya di post selanjutnya mengenai per-section. Nah ini pun penting banget buat TOEFL karena literally suruh koreksi sentence kan. Jujur aja sih gue dulu gamau TOEFL karena ada section khusus itu wkwkwk.

Liat video Youtube

Coba liat video Youtube untuk speaking test kayak apa. Kan suka ada tuh IELTS Band X Speaking Test. Gue dulu suka liat kayak gitu sih buat kira-kira kayaknya gue bisa dapet sekian deh atau juga bisa kalian pake buat pelajarin kayak gimana contohnya atau gue harus kayak gimana kurang lebihnya biar dapet Band sekian.

Prediction test

Kalian mau cek ombak dulu nih misalnya, ya bisa aja ikut prediction test. Belum lama ini gue dikabarin junior gue kalau ada prediction test juga buat IELTS. Dulu sih gue taunya cuma ada TOEFL ya hehehe. Selain kalian juga merasakan ujiannya kayak gimana karena waktunya pun sama (tapi dengan pressure yang berbeda ehehe), kalian juga bisa kurang lebih kira-kira nih oh gue bisa dapet score sekian. Gituuu. Gue pun dulu pernah beberapa kali ikut tes kayak gini mau TOEFL atau IELTS, buat apa? Ya itu tadi, ngukur kemampuan.

Yah kurang lebih secara umum itu sih yang “harus” kalian lakukan buat persiapan ujian. Tapi yang paling penting buat gue ya itu tadi, nyisihin waktu buat latihan. Entah mau berapa lama ya harus latihan, gituuu. Nah untuk part selanjutnya gue bakal bahas lebih detail tentang tiap section di IELTS dan TOEFL. Mungkin untuk TOEFL bagian cek sentence akan gue skip ya tapi basically listening sama reading cara pengerjaannya sama. Pengennya sih gue bahas detail tapi karena catatan gue ga di tangan gue saat ini (masih dipinjem temen di Indo. Ya gue juga ga di Indo sih wkwkw) jadi gue ragu bisa sangat detail. Heee. Untuk panjangnya mungkin gue akan liat, kalau panjang banget akan gue pisah lagi jadinya ada beberapa part. Anyway, good luck buat kalian yang mau tes! Gue mau balik belajar Jerman lagi yang makin ancur ini (lah curhat).

Cheers,

Kemmy

Persiapan dan Mengerjakan IELTS dan TOEFL Part 1: Gimana caranya bisa lancar Bahasa Inggris?

Hey you guys!

Jadi akhir-akhir ini gue perhatiin di stats banyak yang ngecekin tentang IELTS dan TOEFL. Gue emang pernah post 2 kali tentang IELTS dan TOEFL yang mostly cuma cerita betapa kagetnya gue dapet IELTS Band 8 dengan persiapan minim dan ngerjain haha hihi doang sama tips singkat ngerjain TOEFL (paper based) yang basically ga ada persiapan juga dan IELTS (iya abis gue baca itu ga tips juga sih, sumpah beneran singkat banget wwkwkw. In my defense itu judulnya pengalaman wkwkwk).

Gue udah beberapa kali juga bantu temen gue pas mau test IELTS atau TOEFL. Dulu pernah temen gue minta bantuan buat TOEFL tapi dulu gue belum pernah wkwkw aing tuh dulu ga berani TOEFL soalnya ujian grammar nya dari ngeliat kalimat terus bilang mana yang salah atau apakah kalimat tersebut secara grammar bener. Wk auk. Di mata gue bener semua. Wk. Anywaaay, gue bakal coba kasih tau cara ngerjain TOEFL sama IELTS yaa. Gue dulu TOEFL paper based (bukan prediction ya) tapi denger-denger ini udah ga banyak yang pake dan mereka minta yang electronic (Internet Based Test (iBT)). Untuk iBT gue ga bisa ngomong apa apa karena gue gatau apakah model ujiannya sama kayak yang gue ambil waktu itu (ITP paper based).

Seperti biasa yaa setiap gue share tips atau tata cara melakukan sesuatu gue akan kasih disclaimer.

Disclaimer: setiap orang punya cara belajar atau mengerjakan soal beda-beda dan gabisa disama ratain. Kalian harus tau cara belajar kalian yang optimal menurut kalian.

Alright, now you have read the disclaimer. Let’s proceed! Gue akan mulai dengan cara belajar gue atau cara persiapan gue dulu ya baru nanti gue akan bahas satu per satu untuk tiap section. Kali ini gue akan bahas dulu dari background kemampuan bahasa Inggris gue biar kalian tau kurang lebih perkembangan gue gimana. Jadi post ini akan gue bagi 3 ya: background kemampuan Inggris gue, cara belajar gue dan fokus tips untuk tiap section.

“Ah elo mah enak udah pinter bahasa Inggris. Gampang aja buat lo dapet nilai bagus”

Ini gue sering banget dapet komentar begini. Begini ya temen-temen gue akan cerita background gue sedikit dengan belajar bahasa. Gue seneng belajar bahasa but I AM SO BAD AT IT HAHAHAHA (mampus lo Kem, punya kepengenan bisa 5 bahasa sampe sekarang aja Jerman masih halu HAHAHA). Kalian tau kan ada orang yang cepet belajar bahasa atau yang pinter matematika karena emang ya se-simple emang mereka dapet anugrah itu. Tapi ya gue percaya, bukan karena gue susah memahami sesuatu jadinya gue kabur. Ya kalo kepengen harus ada usaha. As simple as that buat gue.

Gini gini, stereotype anak Jakarta Selatan (yoi dong Jaksel) itu pinter bahasa Inggris dengan cara ngomong yang digabung-gabung Inggris sama Bahasa Indo wkwkwk (guilty! lol). Tapi asal kalian tau aja gue gabisa fasih ngomong bahasa Inggris sampe umm kisaran 2013? Hahahaha. Sumpah literally ga bisa, jadi gue kalo ngomong bahasa Inggris itu sampe tahun itu masih dipikir di kepala gitu terjemahan ke Inggrisnya apa wakakaka. Terus gue IELTS kapan? Gue pertama kali IELTS itu abis lulus, jadi tahun 2016 awal. Ya kurang lebih 3 tahun ya berarti jedanya.

Kasih background lagi ya. Waktu gue SMA kelas 1 (2009) ada percobaan kelas bilingual dimana anak anak baru ditest dan kebetulan gue dimasukkin ke kelas itu. Ngerti ga? Ya engga anjir. Gurunya belom siap, anak anaknya juga belom siap. Bingung semua dah. Mampus aja dijelasin rumus pake bahasa Inggris “x to the power of 2” ngomong apa anjir x punya power? Hah? HAHAHAH ga ngerti (btw itu maksudnya x pangkat 2). Ya walau ujungnya sih kelas bilingual dibubarkan dan balik jadi kayak biasa wkwkw. Auk dah. Secara pelajaran bahasa Inggris waktu di sekolah gue ga ada masalah, conversation sehari-hari itu ya malu malu busuk lah. Ngerti tapi ga mau ngomong. Gak pede sumpah ngomong Inggris dulu. Vocab gue sebatas idup sehari hari jaman SMA. Grammar? Auk. Jaman itu gue ga ngerti tenses yang perfect perfect an ntu mau yang simple perfect kek past perfect kek. Semuanya lah.

Pas kuliah, referensi dari dosen ya article dan buku luar semua dong HAHAHA. Mana semester 1 ada mata kuliah namanya Biomedik. YAELAH BAHASA INGGRIS NGOMONGIN BIOMEDIK MATI AJA SIH GUA. Gitu kira-kira pikiran gua. Terus dulu di UI ada yang jualan buku di deket rel kereta dan kebetulan ada terjemahan salah satu referensi text book dan gue pake itu. Ckckck mestinya gue tetep baca aja yang bahasa inggris biar belajar, dapet kosakata academic juga kan. Inget ya, inggris akademik gue basically non-existent pas awal kuliah. Tapi ya kuliah ini bikin gue mau gamau cari referensi yang bahasa inggris. Dari situ gue mulai nambah vocab yang banyak dan vocab gue ga terbatas di kehidupan sehari-hari. Terus udah bisa ngomong Kem? Ya engga dong sayang wkwkwkw dibilangin gue ga punya anugrah belajar bahasa cepet. Jaman jaman kuliah gue seneng main OMEGLE. Dih ngapain lo Kem? Nge-troll ye? Se-simple buat belajar bahasa inggris. Lah halu. Bodo. Gue mikirnya dulu buat biasain ngomong Inggris aja, gue masih malu malu busuk buat ngomong Inggris atau chat temen gue pake inggris. Ngapain gitu gue mikirnya mah dulu. Ya basically biar ga minder, gitu. Mind you, gue waktu itu masih kebalik kebalik untuk grammar dan tenses.

Contoh: Asal kamu darimana?

Gue dulu nanya itu pake where are you come from? Salahnya dimana? Ya itu pake verb 1 pake to be juga. Mestinya kan where are you from? atau where do you come from? Sekalian refresh grammar kalian dikit yak hehe

Terus Kemmy kapan bisa Inggrisnya lama banget anjir. Ya sabar 😦

Gini, turning point gue itu pas kuliah ikut English Debate. Lah Kem katanya ga lancar ngomong? Lah iya. Lah terus? Ya auk gue juga ga paham napa amat gue gitu hahahha. Ya gue emang anaknya suka nyemplung aja dulu abis itu mikir belakangan wkwkwkwkkw. Inggris masih belepotan, kagak tau juga sistem si debat itu gimana main ikut aja. Nah pokoknya dari sini lah gue belajar buat ngomong nyeracas nyerocos. Dari sini juga gue jadi lebih memperhatikan kalo orang ngomong jadi gue bisa (seringnya) tau kalo orang ngomongnya ga sinkron atau bohong. Nah loh wkwkw.

Setelah English debate gue pun ikutan event MUN, apakah gue bisa ngomong Inggris dengan lancar waktu ikut MUN? Apakah gue ngerti apa itu MUN? Ya enggak dong sayang hahahaha. Again, gue tipe yang nyemplung aja dulu. Tapi ya karena 2 hal ini lah gue dilatih (mau gak mau) untuk ngomong pake bahasa Inggris. So, that’s how I acquire my speaking skills.

Gue ga ada masalah dengan reading dan listening karena emang sebetulnya gue udah ada basic nya. Gue pertama kali belajar bahasa inggris pas SD kelas 3, emang karena ada mata pelajarannya dan gue pun kursus privat dulu (walau emang inggris gue gak bagus waktu SD). Pas gue SMP gue langganan TV kabel dimana gue sering nonton Disney, Nickelodeon dsb dan mereka ngomong pake bahasa Inggris (sebetulnya mah niatan gue pengen nonton Animax gitu wkwkwk) jadi disitu gue juga lebih terlatih buat denger orang ngomong bahasa inggris. Terutama acara kartun Nickelodeon yang ga ada subs nya. Apakah salah kalo kalian nonton pake subs? Ya gak masalah, tapi pelan pelan lah kalian lepas nonton pake subs. Misalnya awalnya pake subs Indonesia, terus ganti jadi subs Bahasa Inggris walau mereka ngomong pake bahasa inggris terus ga pake subs. That’s how you gradually improve your English. Games pun bisa membantu kalian dalam nambah kosakata. Misalnya gue seneng main game RPG dan gue suka main PS, ya dari situ gue juga nambah kosakata dan listening skill juga. Oh sama baca koran. Karena gue ikut English debate dulu, gue jadi sering baca koran dan update tentang ada apa dengan dunia. Gue dulu selalu baca BBC (koran apa aja bisa sih gue kebetulan suka sama tampilan app nya BBC).

Gimana dengan writing? Ya bisa aja dari dulu cuma grammar gue berantakan parah. Kayak yang gue bilang, dulu gue ga paham tenses perfect. Apaan sih ini wkwkw. Terus gimana belajarnya? Kan kuliah gue ga bahasa inggris. Ya gue baca baca buku tentang grammar, terutama buku buku latihan jadi gue gradually improved my grammar skills. Apakah grammar gue udah mantap sekarang? Ya engga, gue pun masih belajar sampe sekarang dan masih memperbaiki apa yang salah. Dulu gue juga pernah les persiapan IELTS selama umm 10 hari? Eh berapa hari auk lupa wkww di IALF. Terus ya gue tiap hari latian writing dari contoh soal yang gue liat di buku terus gue kasih lah itu hasilnya lengkap dengan word count dan waktu yang gue pake untuk nulis itu. Kertas gue selalu penuh dengan warna merah tanda koreksi guru gue wkwkwkwk terus jiper? Ya engga, jadinya gue tau dong dimana salah gue. Kalo jiper mulu karena banyak salah ya kapan gue bisanya, gitu gue mikirnya.

Nah jadi itu lah perjalanan bahasa inggris gue wkwkw lama? Iya emang karena dulu pun gue ga fokus ke situ. Apakah kalian harus melakukan hal yang sama kayak gue? Ya enggak lah tiap orang kan punya cara beda-beda tapi ya rasa malu atau takut salah itu lah yang harus kalian buang jauh jauh. Itu tips pertama gue sih. Emang gue selama ini ga pernah malu atau takut salah? Ya pernah dong, sering bahkan. Tapi ya gue jabanin aja terus karena kalo kalian di posisi nyaman mulu ya ga akan berkembang. Kayak nonton dengan subs tadi, pelan pelan kalian ubah. Awalnya ya ga nyaman tapi lama lama akan biasa. Perbanyak baca koran yang pake Bahasa Inggris buat latih reading dan vocab kalian. Terus coba deh mulai ngomong pake bahasa inggris, sama temen kalian kek atau sama diri sendiri. Misalnya nih ya, sekarang gue lagi latian ngomong Jerman tiap hari dengan cara merekam diri gue sendiri ngomong Jerman. Gue udah seminggu kayak gini dan mulai bisa liat perbedaannya dari yang cuma ngomong 2 menit sekarang bisa ngomong 8 menit pake jerman. Ngomongin apaan? Ya terserah, cerita tentang hari kalian atau film yang abis kalian tonton atau buku yang abis dibaca atau pengen jalan jalan kemana. Terseraaah. Bebaaass yang penting ngomong wkwkwk. Kalo kalian suka nulis, mulai lah nulis pake bahasa inggris misalnya bikin diary pake bahasa Inggris. Atau bahkan mulailah berpikir pake bahasa inggris. Kayak misalnya kalian ngomong dalem hati “ntar mau makan apa ya gue? kayaknya pengen makan A deh di X tapi X lumayan jauh dari sini gue harus naik C, apa mungkin baiknya gue makan D aja ya?” Tapi ubah semuanya ke bahasa Inggris gitu. Gabisa full? Ya gapapa campur campur aja nanti kalo kalian gatau bahasa inggrisnya apa ya dicari deh di kamus.

Contoh cari definisi kata di google. Misalnya disini gue cari definisi moment. Bikin aja keywordnya moment definition di Google.

Kalau kalian udah mulai merasa pede atau nyaman mulai ganti juga kamus kalian. Ganti kamus gimana? Cari definisi sebuah kata bukan cari artinya. Jadi kalian tau definisi kata itu, kapan dipake, apa sinonim dan antonimnya. Terus pake kamus yang dari Inggris ke Inggris juga. Inget ya ini kalian ubah pelan pelan bukan langsung. Kalau basic kalian masih lemah ya jangan langsung lompat kesini, bukannya belajar malah pusing.

Jadi kenapa gue ceritain perjalanan bahasa inggris gue? Biar kalian liat semuanya itu ber-progress ga langsung cus lancar gitu. Kayak yang tadi gue bilang, pelan pelan diubah dan harus keluar dari zona nyaman biar bisa belajar. Kalian pun harus tau kelemahan kalian dimana biar kalian bisa address itu dan bisa ningkatin kemampuan kalian. Gitu deeeh. Yang paling penting lagi jangan patah semangat, kalian pasti bisa asal ada kemauan dan yang paling penting lagi usaha. Good luck!

Cheers,

Kemmy